KultumSingkat Tentang Hari Akhir. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga pada kesempatan ini dapat bertemu dalam keadaan sehat. Shawawat dan salam kita curahkan kepada nabi agung Muhammad SAW yang telah membawa
ApakahAnda mencari gambar tentang Ayat Firman Tuhan Tentang Jumat Agung? Jelajahi koleksi gambar, foto, dan wallpaper kami yang sangat luar biasa. Gambar yang baru selalu diunggah oleh anggota yang aktif setiap harinya, pilih koleksi gambar lainnya dibawah ini sesuai dengan kebutuhan untuk mulai mengunduh gambar.
JUMATAGUNG: Yer ; Ibr 4:14-16; 5:7-9;Yoh 18:1-19:42 "Kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita" Imam Besar adalah "imam agung bangsa Yahudi yang berasal dari golongan aristokrat Yahudi.Ia berwibawa besar baik dalam bidang sipil maupun agama, sejauh mewakili
Vol VIII, Nomor 15, 25 Wafa 1393 HS/Juli 2014 i Beberapa Pokok Bahasan Khotbah Jumat 06-06-2014 Bahasan mengenai Ketaatan adalah yang terpenting bagi setiap tingkat kepengurusan. Jika para pengurus memahami bahasan ini, maka otomatis para anggota akan menaruh perhatian terhadapnya dan kita akan menyaksikan keteladanan ketaatan di tiap bidang dan tingkat dalam Jemaat; para Amir, para ketua dan
Demikianhendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa." Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.
Discovershort videos related to ayat firman tuhan tentang paskah on TikTok. Watch popular content from the following creators: daughterofGod 🕊(@jehenke), firmanTuhan(@firmantuhan29), @Chatrine_siagian(@ketrin_manaori), growwithjesuss(@growwithjesuss), deiii(@deianaktuhanyesus) . Explore the latest videos from hashtags: #ayatfirmantuhan, #kumpulan_ayat_firman_tuhan, #perintahtuhan .
cB6F.
Ilustrasi mendengarkan khotbah Jumat Agung. Foto PixabayIlustrasi pendeta yang ingin menyampaikan khotbah Jumat Agung. Foto PixabayKumpulan Khotbah Jumat AgungYohanes 1926Suatu kali saya memerhatikan antrian panjang di tempat penjualan minyak tanah ketika program konversi dari minyak tanah ke gas itu tengah gencar dikampanyekan. Minyak tanah menjadi langka. Itulah sebabnya antrian di siang hari yang panas itu tampak begitu panjang di tempat penjualan. Saking panjangnya sampai mengambil bagian jalan yang seharusnya digunakan untuk mobil. Dari dalam mobil saya yang turut terhenti karena macet akibat barisan antrian, saya melihat keramaian di antrian itu. Mereka yang ada di antrian tampak berbicara satu sama lain. Terlihat akrab, mungkin mereka saling mengenal. Tiba-tiba sebagian mulai berteriak-teriak meminta penjualan segera dimulai karena hari semakin panas. Akhirnya, pintu pagar kios penjual minyak tanah itu pun mulai dibuka dan orang-orang berebut bergerak ke depan. Mereka berlarian, menabrak, dan menginjak-injak anak-anak yang ikut antrian tersebut. Mulailah terdengar teriakan dan jeritan kesakitan. Selanjutnya, tampak beberapa orang tergeletak di pinggir jalan. Tidak ada yang peduli, semua sibuk berebut mendapatkan minyak dan penderitaan hidup ternyata dapat membuat orang hanya memerhatikan dirinya sendiri. Kesulitan dan penderitaan hidup sering kali membutakan mata kita terhadap keberadaan orang lain. Tatkala kita sedang menghadapi masalah di dalam keluarga, sering kali masalah itu membutakan mata kita terhadap keberadaan atau kesulitan orang lain. Kita kerap berkata kepada diri sendiri, “Saya saja punya begitu banyak pergumulan dan masalah, mana sempat memerhatikan orang lain. Orang lain dong yang memerhatikan saya.”Tatkala kita sedang mengalami kesulitan di pekerjaan, misalnya tidak ada pesanan atau transaksi di toko kita, maka kita akan cenderung terus memikirkan hal itu. Pertanyaan mengapa dan apa yang tidak beres sehingga hal ini terjadi, memenuhi pikiran kita. Pikiran kita sedemikian dipenuhi dengan pertanyaan semacam itu sehingga tidak ada ruang untuk memikirkan orang lain. Ketika kita sedang bergumul tentang kesehatan, ketika kita menderita sakit yang luar biasa, kita mengharapkan orang lain menyatakan kasih kepada kita. Kita mengharapkan orang lain memerhatikan kita. Jarang ada orang yang dapat memerhatikan orang lain manakala ia sendiri sedang sakit dan 2745Dalam rangka memperingati hari Kesengsaraan Tuhan kita Yesus Kristus, khususnya seminggu terakhir ini, secara pribadi kembali saya merenungkan apa yang Tuhan Yesus telah perbuat bagi saya. Dengan penuh beban saya ingin membagikan kepada kita apa yang saya peroleh melalui perenungan satu ayat, yakni Matius 2745. Sebuah ayat yang begitu menarik perhatian saya, “Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.” Dalam teks bahasa Yunani kata “daerah” yang dipakai itu adalah “ge” yang bisa berarti land atau negeri; juga bisa berarti earth atau bumi. Jadi, “Mulai dari jam dua belas kegel¬apan meliputi seluruh bumi itu sampai jam tiga.”Ada pengajaran-pengajaran penting yang boleh kita timba dalam peristiwa kegelapan selama tiga jam itu. Saya rindu membicarakan dua hal dalam peristiwa kegel¬apan yang menaku¬tkan observasi objektif, sesungguhnya kegelapan merupakan fenomena alamiah yang terjadi di muka bumi ini. Namun sepanjang sejarah umat manusia, sejak penciptaan Allah atas langit dan bumi ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kegelapan yang meliputi bumi pada siang hari pukul hingga pukul tiga adalah tidak pernah terjadi. Bagi saya, kegelapan selama tiga jam itu merupakan suatu mukjizat. Mukjizat ini terjadi sebagai deklarasi tindakan kehendak Allah yang independen atas alam semesta Tuhan menciptakan langit dan bumi dengan urutan siang dan malam, namun pada hari itu dalam peristiwa penting tersebut Ia telah sisipkan kegelapan pekat pada siang hari. Suatu kejadian yang tidak biasa. Suatu mukjizat besar yang terjadi pada saat kesengsaraan adalah suatu hal yang biasa, lumrah bagi manusia. Kematian tidak mencengangkan kita, baik itu terjadi pada seorang bayi, kanak-kanak balita, remaja, pemuda, atau orangtua. Upacara penguburan atas orang-orang yang meninggal pun, baik itu dilangsungkan secara besar-besaran atau kecil-kecilan, juga bukan merupakan suatu hal yang menakjubkan kita. Namun, hanya ada satu kesengsaraan, kematian yang luar biasa, yakni Anak Allah harus mati. Kematian ini sungguh melampaui segala ekspektasi alam semesta dan umat manusia. Yesus, Anak Allah yang setara dengan Allah dan yang adalah Allah itu sendiri digantung pada salib dan mati. Kegelapan pekat yang mencekam di tengah hari bolong itu harus menemani peristiwa kematian sarjana Alkitab yang tidak mengakui adanya mukjizat beranggapan bahwa sebenarnya kegelapan tersebut hanya karena adanya gerhana matahari. Untuk memberikan sanggahan, kita perlu merenungkan bahwa kegelapan itu bukan saja di luar urutan alamiah, tetapi juga mengungkapkan suatu ketidakmungkinan. Mengapa? sebab kita tahu bahwa perayaan hari Pasah diselenggarakan pada waktu bulan purnama. Perayaan ini terjadi pada antara bulan Maret dan April, yaitu Bulan Nisan dalam pentarikhan Yahudi. Dari pelajaran science jelas dikatakan bahwa adalah tidak mungkin terjadi gerhana matahari pada saat bulan purnama. Maka tak diragukan lagi bahwa hal ini terjadi karena mukjizat dari Tuhan 1929-30Apa yang saudara rasakan ketika berhasil menyelesaikan suatu tugas atau proyek tertentu dan berkata “sudah selesai”? Lega? puas? atau bisa juga kecewa karena hasilnya tidak sesuai dengan apa yang saudara harapkan. Tuhan Yesus bukan sekedar lega atau puas, apalagi kecewa karena hasilnya tidak sesuai dengan apa yang Dia harapkan. “Sudah selesai” yang dikatakan oleh Tuhan Yesus mengandung makna yang sangat makna “Sudah selesai” yang diucapkan Tuhan Yesus di kayu salib? Pertama, “Sudah selesai” merupakan proklamasi kemenangan Kristus atas iblis, dosa dan Kristus nampaknya berarti kejahatan menang atas kebenaran, namun dengan mengatakan “Sudah selesai”, di akhir penyaliban, Tuhan Yesus justru sedang memproklamasikan kemenangan-Nya secara total, mengalahkan iblis, bapa segala kejahatan, sumber segala dosa dan maut. Matius, Markus dan Lukas mencatat bahwa Tuhan Yesus mengucapkan kalimat tsb dengan suara nyaring, bukan lemah. Padahal seharusnya Dia sudah kehabisan tenaga karena tekanan yang demikian berat baik fisik maupun mental dan spiritual. Suara nyaring menunjukkan bahwa tidak ada sesuatupun, termasuk tekanan dan penderitaan seberat apa pun yang dapat meraih kemenangan itu dengan cara melakukan semua kehendak Bapa dengan sempurna dan dengan ketaatan mutlak. Di taman Gesemani Dia berdoa “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Mt 2639, dan Dia sudah melakukan apa yang menjadi doa-Nya itu dengan dunia ini tidak ada seorangpun yang hidupnya dinubuatkan dengan sangat mendetail seperti Tuhan Yesus, dan Dia sudah menggenapi semuanya tanpa terkecuali, sampai yang sekecil-kecilnya. Sejak awal iblis terus melampiaskan kejahatannya dan berusaha menghancurkan Tuhan Yesus agar Dia gagal menggenapi nubuat tentang diri-Nya. Ketika Tuhan Yesus lahir, melalui tangan Herodes dia melakukan percobaan pembunuhan. Pada awal pelayanan Tuhan Yesus, secara langsung iblis mencobai Dia di padang gurun untuk menjatuhkannya secara moral. Melalui para pemimpin agama, iblis melakukan perlawanan bertubi-tubi dengan fitnah, pertanyaan-pertanyaan yang menjebak, usaha-usaha pembunuhan, dll. Iblis juga menggunakan kekuatan politik melakukan bullying berita-berita hoax dan pembodohan publik serta pengerahan massa untuk mempengaruhi keputusan pengadilan sehingga Tuhan Yesus yang nyata-nyata tidak bersalah dijatuhi hukuman yang bukan hanya paling sadis, tetapi juga paling menghina yaitu salib. Penghinaan terakhir yang diterima-Nya adalah pemberian anggur asam dengan menggunakan bunga karang pada sebatang hisop. Mattew Henry berkata bahwa setetes air jauh lebih berharga dari pada anggur asam. Raja segala raja, harus berada di atas kayu salib dan minum anggur asam dari bunga karang yang dicucukkan pada sebatang hisop merupakan penghinaan yang paling 27 45-56Damai Sejahtera Allah yang melampaui segala akal dan pikiran kiranya menyertaihati dan pikiran saudara-saudaraku sekalian, di dalam Kristus Jesus Tuhan kita, seiman di seluruh tanah air, pada tahun ini, kita merayakan Hari KematianYesus Kristus di tengah-tengah pandemi global yang disebut dengan Covid-19. Situasi masih belum menentu. Vaksin untuk virus ini pun belum ditemukan. Sudah puluhan ribu orang meninggal di seluruh dunia. Mungkin, ada dari antara yang meninggal itu adalah sahabat kita, saudara kita, atau bahkan kekasih hati kita sendiri. Hati kita remuk. Namun, banyak pula pula dari antara mereka yang terinfeksi virus itu berhasil sembuh. Ini tentu saja pantas untuk kita syukuri. Oleh sebab itu, di dalam iman yang teguh kita berharap keadaan akan segera membaik dan hati kita kita pada hari ini didasarkan pada Matius 27 45-56, teks yang menarasikan penderitaanYesus yang sangat tragis di kayu salib. Yesus sampai menjerit dengan suara besar Yunani phone megale karena merasa ditinggal oleh Bapa-Nya. Dia berkata “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Selain itu, lewat teks ini kita juga dapat menyaksikan tindakan keji seseorang yang member Yesus minum bunga karang yang sudah dicelupkan ke dalam anggur asam, ditambah dengan olok-olok dengan bertanya apakah Elia akan datang untuk menurunkan-Nya dari salib. Namun, saudara-saudara, di samping penderitaan itu, dalam teks ini disebutkan juga tujuh peristiwa lain yang mengiringi kematian Yesus, yang menari kuntuk kita perhatikan lebih ketujuh peristiwa itu? Pertama, gempabumi. Kedua, bukit-bukit batu terbelah. Ketiga, kuburan-kuburan terbuka. Keempat,banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Kelima, mereka yang telah bangkit itu disebut masuk ke kota kudus, yaitu Yerusalem, dan menampakkan diri kepada banyak orang. Lebih lagi, keenam, dengan sedikit lebih variatif dibanding catatan injil Markus, terjadinya gempa bumi itulah yang menyebabkan kepala Pasukan dan prajurit-prajurit Romawi dalam rasa sangat takut mempersaksikan “Sungguh, Iaini adalah Anak Allah.” Dan, ketujuh, yang tak kalah penting, dicatat bahwa kejadian-kejadian itu disaksikan dari jauh oleh tiga perempuan murid Yesus yang setia mengikuti Yesus dari Galilea, yaitu Maria Magdalena, Maria Ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu dari anak-anak Zebedeus. Artinya, kematian Yesus dan keenam peristiwa di atas adalah nyata, ada saksinya. Peristiwa salib bukan yang hendak disampaikan khotbah ini kepada kita di tengah pandemi virus ini? Mengapa pada saat-saat kita memeringati kematian Yesus di rumah kita pada musim wabah ini kita disuguhi oleh kisah kematian Yesus yang tidak saja menyajikan kematian tragis dari Yesus, tetapi juga yang justru mencatat bahwa peristiwa kematian Yesus di salib itu, dan kebangkitan-Nya nanti, telah menyebabkan orang-orang kudus bangkit dari kubur mereka dan malah menampakkan diri pada banyak orang di sana? Apakah ini hendak berkata kepada kita bahwa, seperti tema khotbah kita, pengorbanan Yesus itu bukan hanya mampu menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita, melainkan memiliki kuasa membangkitkan orang-orang yang telah terkubur sekali pun, orang-orang yang telah dikuduskan-Nya, dan yang untuk dan atas nama-Nya meninggal, termasuk akibat Covid-19, termasuk mereka yang kehilangan nyawa karena berkorban untuk menyelamatkan para korban virus ini dari kematian, sehingga kisah itu menghibur kita dalam saat-saat duka ini, menghibur kita semua yang tengah menangis? Satu hal yang pasti, Yesus ingin kita hidup. Hidup dalam damai sebabitu, saudara-saudara sekalian, kita bisa juga memaknai khotbah ini dengan melihat penderitaan kita karena Covid-19, dan kematian sesamakita korban Covid 19, sebagai pemicu dan pemacu untuk menghargai kehidupan dan terus memperjuangkannya. Berapa pun jumlah korban saat ini, itu sudah terlalu banyak. Kita tidak ingin ada korban jiwa lagi. Kita juga tidak boleh pasrah tanpa melakukan apa pun. Kematian Yesus di kayu salib dan kematian para sahabat kita karena Covid-19 kiranya membangkitkan semangat kita untuk memperjuangkan kehidupan kita, kehidupan sesama kita, lewat usaha-usaha serius menghentikan penyebaran virus Covid-19, mengobati yang terjangkit, menolak menulari yang lain tanpa sengaja dengan tidak berkumpul-kumpul, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan seterusnya, termasuk dengan mengikuti sepenuhnya anjuran pemerintah. Kita juga berharap Perpu No 1/2020 dan Peraturan Menteri Kesehatan No 9/2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka percepatan Penanganan Covid 19 dapat berkorban di kayu salib untuk keselamatan kita. Kematian-Nya itu sendiri membangkitkan harapan bagi kita bahwa kita tidak dibiarkan begitu saja dalam menghentikan penyebaran Covid-19. Ia bersama kita. Kuasa kematian-Nya itu melindungi para tenaga kesehatan yang berjuang menyelamatkan korban-korban terinfeksi, bersama dengan disiplin tinggi kita menjaga jarak fisik sosial, dan memberkati usaha-usaha kita menolong sesama yang berkekurangan akibat kesetiaan kita menjaga jarak fisik sosial yang adalah sumber pengetahuan juga akan menyertai para peneliti dan ilmuwan untuk sesegera mungkin menemukan vaksin penakluk virus ini. Biarlah hati kita terus memercayai kuasa kematian Yesus yang menyelamatkan kita, yang dahulu telah menyebabkan orang-orang yang sudah lama berada di kubur bangkit dan menampakkan diri kepada orang-orang banyak. Kuasa kematian Yesus itu kini juga bersama kita mengalahkan penyebaran virus Covid-19 ini. Percayalah, Dia tidak pernah meninggalkan kita. Dia menyertai kita senantiasa. Mari bersemangat mengalahkan Covid-19 bersama Tuhan Yesus. Di dalam iman yang teguh kita telah dan akan selalu mempersaksikan “Sungguh, Iaini adalah Anak Allah.” menyampaikan khotbah Jumat Agung sebagai rangkaian ibadah peringatan Hari Paskah. Foto Pixabay“Mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kananNya dan yang lain di sebelah kiriNya.” – Lukas 23 33Saudara dan saudari sekalian dalam Tuhan kita!Sebelum saya mulai berkhotbah, saya ingin mengajarkan agar pada hari ini Saudara sekalian sebaiknya membaca sendiri cerita Jumat Agung, yaitu tentang penderitaan dan kematian Yesus Kristus, sebagaimana tertulis dalam keempat Injil; dan kemudian lebih dari sekali tapi berulang-ulang.“Kedua orang penjahat bersama Dia.” Apakah kita semestinya heran karena Yesus berteman dengan orang jahat ataukah kita tercengang karena kedua penjahat berteman dengan orang baik? Walaupun demikian, keduanya tepat! Sudah tentu ketiga orang ini tergantung di situ Yesus di tengah, seorang penjahat di sebelah kanan dan sebelah orang lagi di sebelah justru bagi orang-orang jahat itu, orang yang bersama mereka disalibkan dan menghadapi maut, satu di sebelah kanan dan satu di sebelah kiri itu mati. Yesus tidak mati untuk suatu dunia yang baik, tetapi untuk dunia yang jahat. Ia tidak meninggal demi kepentingan orang-orang saleh, tetapi demi mereka yang tidak berTuhan. Ia tidak mati untuk orang-orang benar, tetapi untuk orang yang salah. Ia mati agar mereka semua dibebaskan, dimenangkan, diberikan kesukaan, dikaruniakan hidup yang sepenuhnya! Kedua orang itu pastilah penjahat orang jahat, tidak berTuhan. Yesus sendiri dihukum sebagai pelanggar, penjahat bersama-sama dengan mereka, bersama-sama di bawah hukuman yang sama itu. Sungguh besar kasih Tuhan!Banyak hal yang perlu kita pahami pada peristiwa penyaliban Yesus, peristiwa yang sangat menggetarkan jiwa kita dan sangat mempengaruhi seluruh hidup kita. Sebab peristiwa ini bukanlah peristiwa yang memperlihatkan ketidakberdayaan Yesus Kristus tetapi sebaliknya menyatakan kemuliaan dan keagungan Yesus ada satu peristiwa “Jumat Agung” yaitu saat Yesus memberikan diri-Nya disalibkan di bukit Golgota. Lalu setiap tahun kita merayakan dan mengingat keagungan Yesus Kristus. Dari sekian tahun yang telah kita lalui, dengan “Jumat Agung” yang kita rayakan berulang-ulang, apakah kita sudah menghargainya dengan layak? Sudahkah kita menunjukkan penghormatan dan pengakuan sungguh-sungguh akan pengorbanan Yesus Kristus untuk menebus kita dari dosa-dosa pelanggaran kita?Yesus tidak mati untuk dosa-dosa-Nya sendiri karena Ia sungguh tidak berdosa. Ia mati karena dosa-dosa kita. Ia menyerahkan nyawa-Nya sebagai korban penebusan dosa. Hal ini yang terpenting kita pahami, karena dosa kita Yesus menderita, karena dosa kita Yesus disalibkan, karena dosa kita Yesus mati; seharusnya kita berbalik dari dosa-dosa kita, hidup dalam penyucian diri oleh darah Yesus Kristus yang telah tercurah bagi kitaDalam bacaan kita Mazmur 22 amat jelas bahwa “segala penderitaan yang akan menimpa Kristus” dinyatakan bagi penulis Mazmur ini yaitu Raja Daud yang hidup dan bertahta sekitar tahun sebelum Kristus. Mari kita bandingkan Mazmur 222 “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” dengan Matius 2746 “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Hal ini bukan sebuah kebetulan, tetapi sebuah perencanaan dan penggenapan, sekaligus juga menjadi sebuah jawaban. Sebab pertanyaan Raja Daud “mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Menyatakan kehilangan tanda-tanda perkenanan-Nya, karena ditindas oleh beratnya beban dan pergumulan hidup, kehabisan daya oleh dukacita dan kengerian, sehingga berseru-seru dengan sungguh-sungguh untuk dibebaskan. Perasaan ditinggalkan secara rohani merupakan penderitaan yang paling pedih. Sedangkan Yesus mengucapkan kalimat mazmur ini untuk menyatakan diri-Nya yang telah dijadikan dosa karena kita. Betapa besar dampak yang harus ditanggung-Nya karena dosa kita, supaya kita benar-benar benci dengan dosa kita. Dan yang terutama pertanyaan Raja Daud dijawab Tuhan Yesus, bahwa “Aku menderita bagimu”, lalu mengapa engkau berkata ditinggalkan? Tuhan hadir dalam penderitaan kita untuk memberikan jalan keluar bagi kita mendalami Lukas 23 44-48 untuk melihat keajaiban dan keistimewaan Yesus dalam penderitaan-Nya bagi 44-45a “Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, sebab matahari tidak bersinar.” Kegelapan tiga jam adalah suatu keajaiban. Peristiwa tersebut bukanlah gerhana matahari karena gerhana matahari tidak mungkin terjadi pada masa Paskah ketika bulan sedang purnama. Kegelapan tersebut dikirim Allah untuk menutupi salib Anak-Nya ketika Ia dijadikan dosa karena kita bd. 2 Kor. 521. Seluruh alam seakan-akan turut berduka bersama Pencipta ketika Ia menderita dan 45b “Dan tabir Bait Suci terbelah dua.” Kejadian ajaib itu hendak menyatakan kepada para imam dan orang-orang Yahudi bahwa jalan masuk ke dalam hadirat Allah telah terbuka bagi semua yang datang kepada-Nya oleh iman di dalam Kristus Yesus bd. Ibr. 91-1025. Orang-orang berdosa tidak memerlukan Bait Allah, altar, korban-korban, atau imam dunia lagi karena semuanya telah digenapi di dalam karya Anak Allah yang telah 46 “Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.” Sebenarnya ungkapan itu merupakan doa menjelang tidur bagi anak-anak Yahudi, dan dengan doa itu terlihat bagaimana kematian Tuhan kita itu penuh keyakinan, penyerahan dan kemenangan. Mereka yang menerima Yesus sebagai Juruselamat dapat menghadapi kematian dengan keyakinan dan kepastian yang sama bd. Flp. 120-23, 2 Kor. 51-8. Kata-kata Yesus juga mengambil kata-kata Daud dalam Mazmur 316 “Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku”. Bukan hanya berarti Yesus mengutip kata-kata Daud, tetapi juga Tuhan telah menanamkannya dalam mulut raja Daud sehingga nyata bahwa Yesus 47 “Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya "Sungguh, orang ini adalah orang benar!"” Kepala pasukan adalah orang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan eksekusi penyaliban Yesus dari awal sampai akhir. Tentunya ia telah memperhatikan dengan seksama setiap momen yang dilalui. Dan mungkin saja kepala pasukan ini telah banyak menyaksikan penyaliban para penjahat. Tetapi ia melihat hal yang berbeda pada diri Yesus sehingga ia mengakui “Sungguh, orang ini adalah orang benar!” Dia tidak menemukan satu pun kesalahan Yesus pada proses penyaliban ini. Pengakuan ini keluar dari mulut orang romawi, bukan dari mulut orang Yahudi. Dia kagum dan sangat terkesan dengan bagaimana Yesus menghadapi penderitaan serta 48 “Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.” Apakah ini merupakan tanda pertobatan? Atau hanya sekadar kecewa dan menyalahkan diri. Mereka memukul-mukul diri lalu pulang. Kelihatannya mereka akan segera lupa dan melanjutkan hidup mereka. Sebab mereka tidak menindaklanjuti penyesalan mereka. Mereka adalah para penonton yang tertarik untuk melihat pelaksanaan hukuman mati tersebut, tetapi tentu saja apa yang telah mereka lihat dan dengarkan cukup untuk menyadarkan mereka akan dosa-dosa mereka, tetapi nyatanya tidak mengubah apa-apa dalam diri Yesus yang Agung yang sangat berarti bagi kita yaitu “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dalam penderitaan-Nya Yesus memanggil Allah sebagai Bapa. Saat Ia menyerahkan hidup dan jiwa-Nya bagi kita, Dia melakukannya bagi kita dengan memanggil Allah sebagai Bapa, supaya melalui Dia kita bisa diangkat menjadi anak-anak Allah. Kristus sengaja memakai kata “Bapa” untuk menunjukkan peran-Nya sebagai Perantara. Dia adalah Imam dan sekaligus Korban persembahan, korban tebusan untuk melepaskan kita dari penghukuman. Harga mahal harus dibayarkan ke tangan Allah, sebagai pihak yang dirugikan oleh pelanggaran dosa itu. Dialah yang membayar lunas semuanya itu kepada Allah. Ya Bapa, terimalah nyawa-Ku dan jiwa-Ku sebagai ganti nyawa dan jiwa para pendosa yang Kutebus melalui kematian-Ku. Kristus mengungkapkan kerelaan-Nya untuk mempersembahkan kita belajar untuk mengungkapkan “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Ada orang yang mengatakan, hafalkanlah kata-kata ini untuk diucapkan menjelang kematian. Maka kata-kata ini dijadikan persiapan untuk menjelang kematian saja. Walau bagaimanapun hidupnya, yang penting ia sempat mengucapkan kata-kata ini menjelang kematiannya. Tentu pengajaran ini tidak tepat seperti yang Tuhan kehendaki. Bahwa jauh sebelum kematian, kita telah mengucapkan kata-kata ini dengan benar, bahwa kita telah menyerahkan nyawa atau hidup kita ke dalam tangan Bapa. Orang yang telah menyerahkan hidupnya ke dalam tangan Bapa tentu menjadikan hidupnya menjadi persembahan yang harum bagi harus tetap memusatkan pikiran-pikiran kita kepada Kristus, dan membiarkan hati kita tenggelam dalam penderitaan-penderitaan-Nya sampai kita mengalami persekutuan dengan penderitaan-penderitaan-Nya itu. Dengan kita berbagi dengan Kristus dalam penderitaan-Nya hingga kita dimampukan menjalani penderitaan kita dan tetap merasakan Tuhan beserta kita. Kita mengakui kebaikan Tuhan bukan hanya dalam keberhasilan tetapi juga kita mengakui pengaturan Tuhan dalam penderitaan kita untuk membentuk diri kita seperti Tuhan ikut menyaksikan Kristus disalibkan melalui Firman dan Sakramen Perjamuan Kudus. Ada yang merasakan sedikit tersentuh dan cepat melupakannya, perasaan tersentuh itu tidak terus berlanjut. Seharusnya dan selayaknya hati kita sangat tersentuh dan kasih Tuhan tertanam secara mendalam dalam hati kita hingga kita merespons dengan sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus. 191-6Hari itu tepat sama seperti hari-hari sebelumnya bagi Pontius Pilatus. Ia menantikan tugas-tugas rutin di kantornya. Beberapa jam harus diluangkan dalam menangani persidangan pagi hari menjelang tibanya waktu makan siang. Setelah itu, menjelang pulang istirahat, ia harus sibuk menyiapkan laporan kerjanya untuk pemerintah Roma. Pada malam hari, kadang diselingi dengan jamuan makan malam tradisional para petinggi Roma, yang dimeriahkan oleh musik dan hiburan-hiburan lain. Bagi Pilatus, pagi ini mungkin sama dengan pagi-pagi sebelumnya, namun sungguh ia tidak sadar sepenuhnya betapa pagi ini merupakan suatu pagi yang sangat menentukan bagi berdiri berhadapan dengan Yesus Kristus, Anak Allah,Ia telah membuat satu keputusan besar dalam hidupnya,Ia telah menjual kehormatan dirinya dan menandai dirinyasendiri dengan predikat a compromiser and a coward!Selama kira-kira 12 jam Pilatus tampil di layar beberapa jam itu pula dengan sangat jelas terbentang satu lukisan pergumulan diri Pilatus, kelemahan diri serta kehancuran karakter seorang pemimpin. Memang ia tampil dalam beberapa jam saja, namun justru telah memerankan satu bagian yang sangat penting dalam peristiwa penyaliban Tuhan akan melakonkan perannya sekali lagi di hadapan kita pada hari ini. Dalam rangka memperingati Jumat Agung, marilah kita merenungkan dosa-dosa Pontius Pilatus sebagai sebuah peringatan untuk diri kita. Mari kita simak satu per satu!Dosa KompromisPilatus tahu dengan jelas bahwa Yesus tidak bersalah dan bahwa Yesus harus dibebaskan. Pilatus ingin melihat Dia dibebaskan. Ia ingin menjadi seorang hakim yang baik! Dalam relung hatinya ia ingin melakukan sesuatu hal yang baik. Namun Pilatus tahu bahwa musuh-musuh Yesus menginginkan kematian-Nya, dan ia tahu bahwa para musuh-Nya itu sangat berkuasa. Dengan hasrat untuk menyenangkan banyak orang, maka ia telah mencoba untuk mencoba untuk melakukan hal yang benar sekaligus hal yang salah. Ia telah mencoba untuk memuaskan tuntutan hati nuraninya, dan pada waktu yang sama untuk memuaskan hati para musuh Yesus. “Aku tidak akan membunuh Dia seandainya mereka tidak mendesak aku untuk melakukan hal ini!” Ia berkata, “Aku hanya ingin setengah membunuh Dia saja, aku akan menyesah Dia demi untuk memuaskan hati para musuh-Nya. Namun di sisi yang lain, aku akan menyayangkan nyawa-Nya, sehingga hati nuraniku tidak tertekan.”Maka Pilatus menyerahkan Yesus ke tangan pasukan laskar Romawi yang berada di barak mereka. Pakaian Yesus ditanggalkan, dan cemeti Romawi yang terkenal sebagai alat cambuk berduri pada zaman itu dicambukkan pada punggung Yesus. Cambukan pada punggung itu mengakibatkan luka dan darah pun mengalir.
Ayat Firman Tuhan Tentang Jumat Agung. Selamat Jumat Agung buat kita semua. Yes 5213-5312 Ia ditikam karena kejahatan kita. Beginilah firman Tuhan Sesungguhnya hamba-Ku akan berhasil. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman. News About Jumat Agung On Twitter God Is Good Jesus God News About Jumat Agung On Twitter God Is Good Jesus God From Al maidah 48 beserta tajwidnya Alinda thohir Al maidah 48 tajwid Alkitabku my bible ikon media apk Kitab Injil Markus 1533-41. Malam Getsemani Kamis Jumat Agung dan Minggu Paska sampai dengan membuat liturgi kebaktian untuk acara-acara tersebut. Jawaban yang pasti dari para orangtua. Beginilah firman TuhanSesungguhnya hamba-Ku akan berhasilIa akan ditinggikan disanjung dan dimuliakanSeperti banyak orang tertegun melihat dia – rupanya begitu buruk tidak seperti manusia lagi dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi. Mulai dari menentukan tema untuk tiga acara besar. Beginilah firman Tuhan Sesungguhnya hamba-Ku akan berhasil. Jumat Agung merupakan hari penting dalam kalender gerejawi yaitu sebagai salah satu dari hari Tri SuciHari Trisuci sendiri terdiri dari Rabu Abu Kamis Putih dan Jumat AgungKetiga hari ini merupakan hari-hari penting saat menjelang Hari Paskah. Sebab apa yang tidak diceritakan. Titah Tuhan itu tepat ayat 9a. Sebab apa yang tidak diceritakan. KematianNya menyelamatkan kita dan kematianNya menghidupkan kita. Yes 5213-5312 Ia ditikam karena kejahatan kita. Firman Tuhan memberikan kesaksian tentang sifat dan kehendak Allah. Pin Oleh Ferry Di Ayat Firman Tuhan Ayat Alkitab Alkitab Kutipan Kristen Source Dirangkum dari Perjanjian Lama dan Baru silahkan simak penjelasannya di bawah ini. Tentang Peristiwa Jumat Agung Dari ayat yang telah dikisahkan dan diceritakan di atas maka cukup jelas bagaimana runutan terjadinya peristiwa penyaliban Yesus di hari yang bersejarah tersebut. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman seperti ada tertulis. Setiap awal kegiatan ibadah pasti dimulai dengan membaca doa pembukaan ibadah dan pada sela-sela doa pembuka tersebut kadang pendeta menyelipkan beberapa. Inti dari pengorbanan besar yang diberikan Allah yaitu berkat kasih dan karunia Allah terhadap umat manusia yang menanggung banyak dosa supaya beroleh janji keselamatan dalam Alkitab yang diberikan oleh Tuhan. Les Feldick Bible Study Daily Online Video Bible Study Ayat Alkitab Firman Tuhan Iman Source Academiaedu is a platform for academics to share research papers. 0 response to kumpulan ayat-ayat firman tuhan tentang berdoa post a comment. Karena pada hari Jumat Agung Yesus Kristus mati. Yes 5213-5312 Ia ditikam karena kejahatan kita. Titah Tuhan itu tepat ayat 9a. Pin Di Sketsa Source Karena pada hari Jumat Agung Yesus Kristus mati. Inti dari pengorbanan besar yang diberikan Allah yaitu berkat kasih dan karunia Allah terhadap umat manusia yang menanggung banyak dosa supaya beroleh janji keselamatan dalam Alkitab yang diberikan oleh Tuhan. Ia akan ditinggikan disanjung dan dimuliakan. Setiap awal kegiatan ibadah pasti dimulai dengan membaca doa pembukaan ibadah dan pada sela-sela doa pembuka tersebut kadang pendeta menyelipkan beberapa. Firman Tuhan memberikan kesaksian tentang sifat dan kehendak Allah. Tetapi Janganlah Seperti Yang Kukehendaki Melainkan Seperti Yang Engkau Kehendaki Ref Biblical Quotes Inspirational Biblical Quotes Christian Quotes Source Kalender Liturgi Jumat 10 April 2020 Jumat Agung BACAAN I Yes 5213-5312 Ia ditikam karena kedurhakaan kita Beginilah firman Tuhan Sesungguhnya hamba-Ku akan berhasil. Inti dari pengorbanan besar yang diberikan Allah yaitu berkat kasih dan karunia Allah terhadap umat manusia yang menanggung banyak dosa supaya beroleh janji keselamatan dalam Alkitab yang diberikan oleh Tuhan. Ia disalibkan dan menyerahkan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang. Ia akan ditinggikan disanjung dan dimuliakan. Bukan hari keenam atau Jumat. Les Feldick Bible Study Daily Online Video Bible Study Motivasi Kutipan Alkitab Ayat Alkitab Source Tentang Peristiwa Jumat Agung Dari ayat yang telah dikisahkan dan diceritakan di atas maka cukup jelas bagaimana runutan terjadinya peristiwa penyaliban Yesus di hari yang bersejarah tersebut. Itu bukan hasil usahamu tetapi pemberian Allah Efesus 28. Tentu saja jawaban ini benar. JUMAT AGUNG Lagu Tema. Tuhan Yesus mati pada hari Jumat. Pencerahan Yang Baru Korban Penghapus Dosa Efektif Bagi Orang Orang Seperti Apa Alkitab Tuhan Belajar Alkitab Source Kalender Liturgi Jumat 10 April 2020 Jumat Agung BACAAN I Yes 5213-5312 Ia ditikam karena kedurhakaan kita Beginilah firman Tuhan Sesungguhnya hamba-Ku akan berhasil. Kedua peraturan Tuhan itu teguh ayat 8b. Beirkut adalah beberapa kumpulan ayat emas Alkitab atau firman Tuhan yang menjelaskan tentang kematian Tuhan Yesus Kristus atau kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Tentang Peristiwa Jumat Agung Dari ayat yang telah dikisahkan dan diceritakan di atas maka cukup jelas bagaimana runutan terjadinya peristiwa penyaliban Yesus di hari yang bersejarah tersebut. Yesus Di Salib Karena Cinta Saya Ayat hafalan. God Loved World Son John Paskah Paskah Ayat Alkitab Kutipan Tentang Cinta Source Academiaedu is a platform for academics to share research papers. Dirangkum dari Perjanjian Lama dan Baru silahkan simak penjelasannya di bawah ini. Oleh karena kasih karunia-Nya yang sudah dilimpahkan kepada kita maka kita memperoleh kesempatan untuk menikmati Jumat Agung yang indah ini dengan penuh sukacita. Inti dari pengorbanan besar yang diberikan Allah yaitu berkat kasih dan karunia Allah terhadap umat manusia yang menanggung banyak dosa supaya beroleh janji keselamatan dalam Alkitab yang diberikan oleh Tuhan. Apabila seorang asing yang telah menetap padamu hendak merayakan PASKAH bagi TUHAN maka haruslah ia merayakannya menurut segala ketetapan dan peraturan PASKAH. News About Jumat Agung On Twitter God Is Good Jesus God Source Seperti banyak orang tertegun melihat dia rupanya begitu buruk tidak seperti manusia lagi dan tampaknya tidak seperti anak manusia lagi– demikianlah ia membuat. Yesus Di Salib Karena Cinta Saya Ayat hafalan. Ia akan ditinggikan disanjung dan dimuliakan. Tuhan Yesus wafat dan dimakamkan di makam milik Yusuf Arimatea. Karena pada hari Jumat Agung Yesus Kristus mati. Gambar Ayat Alkitab Bible Quotes Blessing Words Christian Quotes Source Kedua peraturan Tuhan itu teguh ayat 8b. Inti dari pengorbanan besar yang diberikan Allah yaitu berkat kasih dan karunia Allah terhadap umat manusia yang menanggung banyak dosa supaya beroleh janji keselamatan dalam Alkitab yang diberikan oleh Tuhan. RENUNGAN HARIAN KRISTEN TERBARU JUMAT 10 APRIL 2020 470. Tuhan Yesus wafat dan dimakamkan di makam milik Yusuf Arimatea. Jumat Agung merupakan hari penting dalam kalender gerejawi yaitu sebagai salah satu dari hari Tri SuciHari Trisuci sendiri terdiri dari Rabu Abu Kamis Putih dan Jumat AgungKetiga hari ini merupakan hari-hari penting saat menjelang Hari Paskah. Yohanes 3 16 Ayat Alkitab Alkitab Tuhan Source Dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh yaitu firman Allah Sejak sekolah minggu saya sudah terbiasa untuk menghafalkan ayat. KematianNya menyelamatkan kita dan kematianNya menghidupkan kita. Jika kita mau rendah hati dan mempelajarinya Taurat akan menjadikan kita bijaksana memberikan kita hikmat tentang mana yang benar dan salah mana yang kehendak Allah dan bukan. Itu bukan hasil usahamu tetapi pemberian Allah Efesus 28. Bacaan Liturgi 30 Maret 2018Hari Jumat Agung Bacaan Pertama. This site is an open community for users to do submittion their favorite wallpapers on the internet, all images or pictures in this website are for personal wallpaper use only, it is stricly prohibited to use this wallpaper for commercial purposes, if you are the author and find this image is shared without your permission, please kindly raise a DMCA report to Us. If you find this site adventageous, please support us by sharing this posts to your favorite social media accounts like Facebook, Instagram and so on or you can also bookmark this blog page with the title ayat firman tuhan tentang jumat agung by using Ctrl + D for devices a laptop with a Windows operating system or Command + D for laptops with an Apple operating system. If you use a smartphone, you can also use the drawer menu of the browser you are using. Whether it’s a Windows, Mac, iOS or Android operating system, you will still be able to bookmark this website.
Sponsors Link Jumat Agung merupakan hari penting dalam kalender gerejawi, yaitu sebagai salah satu dari hari Tri Suci. Hari Trisuci sendiri terdiri dari Rabu Abu, Kamis Putih, dan Jumat Agung. Ketiga hari ini merupakan hari-hari penting saat menjelang Hari Paskah. Tidak sedikit orang Kristen yang belum memahami makna Jumat Agung, kebanyakan umat Kristen hanya memerhatikan hari Paskah sebagai Hari Raya dan bahkan menganggap Jumat Agung sebagai hari Paskah. Padahal, keduanya memiliki dasar peristiwa dan makna yang berbeda. Hari Paskah memang tidak salah jika dianggap sebagai hari yang sangat spesial karena hari ini merupakan hari kemenangan dan menjadi salah satu faktor yang mendasari iman Kristiani. Hari Paskah mengingatkan kita bahwa Yesus pernah mengalahkan maut dan membuktikan bahwa Dia adalah Anak Allah. Sehingga kita bisa menaruh iman kepada-Nya. Maka dari itu, Paulus juga pernah mengatakan bahwa jika Yesus tidak bangkit, maka sia-sialah ajaran yang dia sampaikan, karena apabila Yesus tidak dibangkitkan manusia belum memiliki kepastian akan keselamatan. Tapi nyatanya, Yesus bangkit sehingga bagi siapa saja yang percaya kepada-Nya akan bangkit bersama-sama dengan Yesus dan mendapat hidup kekal. Peringatan Jumat Agung Namun, pernahkah kita memikirkan apa saja yang Yesus lewati hingga sampai ke titik itu? Apa saja yang harus Dia lakukan agar manusia bisa percaya bahwa Dia adalah Anak Allah? Dia harus berkorban dan melalui berbagai penderitaan. Sampai puncaknya, Dia disalibkan pada masa pemerintahan Pilatus karena rakyat menuntut pemerintah untuk menghukum dan menyalibkan Tuhan Yesus. Apabila kita mengingat kembali bagaimana Yesus disiksa, dihina, dan diadili, mungkin emosi kita akan tergugah dan kita akan merasa sedih. Namun, bukan itu sebenarnya pesan utama dalam penyaliban Yesus. Wajar memang kalau kita bersedih, namun alangkah baiknya jika emosi itu tidak hanya sekadar perasaan sementara, melainkan bisa menjadi titik awal akan perubahan yang lebih baik. Saat kita memperingati Jumat Agung, bukan sebatas peringatan dukacita yang kita lakukan, melainkan diharapkan kita mampu memandang kematian Yesus dari sisi lain yang maknanya jauh lebih besar. Maka dari itu, kita perlu mengetahui apa sebenarnya pesan dan makna dari Jumat Agung, apakah hanya sebatas peringatan akan kematian Yesus atau memiliki arti yang mendalam yang diharapkan bisa sampai dalam pengertian kita. Dan dalam artikel ini, kami akan membantu Anda untuk memaknai lebih jauh mengenai hari Jumat Agung, yaitu sebagai berikut Penderitaan bukanlah akhir Kita mungkin sering mendengar perkataan bahwa setiap orang memiliki salib masing-masing yang harus ditanggungnya. Dan percayalah, bahwa itu benar adanya. Salib di sini berarti beban atau penderitaan. Bahkan, Tuhan Yesus mengatakan bahwa siapa saja yang ingin mengikut Dia, maka orang tersebut harus mau memikul salibnya. Menjadi orang Kristen tidak menjanjikan bahwa kita akan hidup nyaman dan tentram. Mungkin apabila Roh Kudus beserta kita setiap hari, kita akan merasakan damai dan sukacita. Namun, tetap masih ada tantangan hidup. Nah, di sini tergantung bagaimana kita memandang beban yang menjadi tanggungan kita, sebagai tantangan atau penderitaan. Memang benar bahwa salib Yesus menandakan bahwa hidup ini tidak akan selalu berjalan mulus. Namun, apakah ini akan mematahkan semangat hidup kita? Kalau kita jatuh ke dalam perasaan seperti itu, ada baiknya kita berdiam dan merenungkan diri. Ubahlah mindset bahwa tujuan dari hidup ini bukan hanya untuk sekedar bahagia. Ada hal yang lebih besar yang harus kita capai. Dan kita akan merasakan sukacita luar biasa apabila berhasil sampai kepada tujuan kita. Kebahagiaan datang dan pergi, jadi jangan sandarkan pengharapan dan semangat kita hanya pada kebahagiaan. Kalau itu yang kita lakukan, kita akan menjadi orang yang dikendalikan oleh suasana hati dan sulit konsisten dengan apa yang kita kerjakan. Melainkan berfokuslah kepada tujuan. Dengan seperti ini, secara langsung Tuhan akan menempa kita untuk menjadi pribadi yang kuat dan tangguh. Seperti berlian yang harus diasah berkali-kali supaya menjadi batu yang indah dan mahal harganya. Memang tidak mudah untuk terus berjalan saat suasana hidup tak memungkinkan. Nah, di sinilah kita perlu merenungkan kembali peristiwa penyaliban Yesus Kristus. Dia disiksa dan disalibkan, tapi Dia bangkit pada hari ketiga dan menjadi pemenang. Maukah kita menjadi seperti Dia? Ikutilah jejak-Nya. Taruh pengharapan kita di bahwa kaki salib-Nya. Percayalah bahwa sesuatu yang indah akan datang tepat pada waktunya. Pengampunan Penyaliban Yesus Kristus merupakan bukti kasih Allah kepada manusia. Dalam Alkitab dikatakan bahwa Allah mau menyerahkan Anak-Nya yang tunggal karena cinta-Nya yang begitu besar kepada manusia. Dan hal ini dilakukan-Nya sebab Ia tahu bahwa manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, sehingga harus ada Penebus yang suci untuk dikorbankan. Sejak awal, Allah ingin sekali mengampuni dosa kita. Bahkan ketika Yesus di dunia, Ia menunjukkan melalui sikap-Nya seberapa besar pentingnya kasih. Selama hidupnya, Ia selalu mengasihi dan menolong orang lain. Bahkan saat Ia menderita pun, Ia meminta Allah Bapa untuk mengampuni orang yang bersalah kepada-Nya. Hal ini karena Yesus tahu bahwa manusia sangat terbatas. Manusia memiliki banyak kelemahan yang bisa membuat mereka mudah jatuh ke dalam dosa. Namun, Yesus tetap mengasihi musuh-musuh-Nya. Di sini Dia ingin menunjukkan kepada kita semua bahwa tidak ada gunanya kita memendam kebencian kepada orang lain. Apa keuntungan yang kita dapat? Bahkan sebenarnya kita sadar bahwa memendam perasaan benci timbul karena ego kita terlalu besar. Ingatlah bahwa Yesus saja mau merendahkan hatinya dan memilih untuk mengampuni. Membalas kejahatan dengan kejahatan tidak akan merubah apapun, yang ada akan timbul kejahatan lainnya. Namun, apabila kita membalas dengan kasih, maka kemungkinan besar orang lain akan berubah karena merasakan kasih yang kita berikan. Dan ini juga berkaitan dengan salah satu visi umat Kristiani, yaitu menyebarkan kasih dimanapun kita berada. Yakinlah bahwa kasih memiliki dampak besar bagi seseorang yang menerimanya. Dengan menerima kasih, maka ia akan mampu menyebarkan kasih kepada orang lain. Namun, sebagai orang Kristen, dimana tempat kita mendapatkan kasih yang sejati? Tentu saja dari Allah Bapa dan Yesus Kristus. Bahkan dalam Alkitab dituliskan bahwa kita dapat mengasihi orang lain dengan tulus karena Allah terlebih dahulu menyatakan kasih-Nya kepada kita. Itulah mengapa di gereja kita selalu diingatkan dan diajarkan mengenai kasih. Walau kita memiliki iman dan pengharapan, tapi kalau kita tidak memiliki kasih maka itu semua akan sia-sia. Kita diutus untuk menjadi berkat dan untuk menyatakan Allah melalui diri kita. Bagaimana bisa kita melakukannya? Dalam Alkitab dikatakan bahwa Allah adalah kasih. Dengan menyebarkan kasih, orang lain akan melihat Allah melalui diri kita. Membangun mentalitas pemenang Seseorang hanya akan dikatakan sebagai pemenang apabila ia berhasil melewati tantangan atau ujian. Pemenang adalah mereka yang sudah teruji dan akan menuju ke level selanjutnya. Itulah mengapa hidup ini tidak selalu berjalan mulus. Kita butuh tantangan untuk membentuk kepribadian kita. Coba bayangkan apabila kita hidup tanpa masalah? Tentu hidup ini akan terasa hambar dan kita hanya akan menjadi orang yang biasa-biasa saja. Dengan masalah atau ujian, kita dapat belajar sesuatu. Bagaimana menghadapi dan merespon segala hal yang terjadi pada kita. Kita akan menjadi orang yang lebih bijaksana karena kita memiliki banyak pengalaman. Apabila kita sudah menyadari bahwa tantangan akan membentuk kita menjadi lebih tangguh, maka kita tidak akan takut untuk mencoba hal-hal baru yang lebih menantang. Di sini mentalitas pemenang terbentuk. Seorang pemenang tahu akan tujuannya. Dan dia hidup untuk meraih tujuan tersebut. Dia percaya diri dan yakin bahwa segala kesakitan akan menempanya. Dan dia tahu bahwa dia akan merasakan sukacita luar biasa apabila dia berhasil melewati tantangan tersebut. Setiap orang Kristen hendaknya menjadikan Jumat Agung sebagai kesempatan untuk berbenah dan kembali membentuk tekad. Sehingga Jumat Agung tidak hanya sebagai peringatan, melainkan dapat menjadi awal pembaharuan bagi umat Kristiani. Jadikan Yesus sebagai teladan kita dan hendaknya kita berusaha untuk seperti Yesus. Memang tidak akan mudah dan perlu waktu yang panjang. Namun, percayalah bahwa setiap usaha kita tidak akan berakhir sia-sia. Mungkin kita tidak akan melihat hasilnya dalam waktu dekat, tapi apabila kita setia dan terus berharap, kita akan terkejut suatu saat nanti melihat betapa jauhnya perubahan kita. Dan jangan jadikan ini sebagai beban, melainkan cintailah setiap proses pertumbuhan kita. Karena hidup adalah sebuah proses. Karena apabila kita tidak menikmatinya, kita tidak akan pernah merasa bahagia. Jangan takut gagal dan tetap bersyukur akan segala hal yang kita punya. Tuhan tahu apa yang terbaik untuk anak-Nya dan percayalah apapun yang terjadi Dia tidak akan membiarkan kita jatuh sampai tergeletak. Sekian artikel mengenai makna Jumat Agung. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan memberikan wawasan rohani yang lebih mendalam kepada pembaca. Terima kasih.
Ilustrasi Jumat Agung Foto UnsplashJumat 2/4, perayaan Jumat Agung akan diperingati secara serentak oleh umat Kristen dan Katolik di seluruh dunia. Jumat Agung bukan sekadar liturgi, ini adalah momen spesial untuk mengenang kesengsaraan dan kematian Yesus di kayu peristiwa Jumat Agung, Tuhan Yesus yang tidak melakukan kesalahan rela disiksa, diolok, hingga mati di kayu salib. Itu semua dilakukan untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kuasa penting ini bisa dirayakan dengan berdoa dan mengikuti kebaktian. Selain itu, umat Kristen dan Katolik juga bisa membaca renungan Jumat Agung untuk mendalami kasih Yesus dan merenungkan pengorbanan-Nya yang luar renungan Jumat Agung yang dikutip dari situs Life Church LeedsIlustrasi Jumat Agung Foto UnsplashRenungan Jumat Agung“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelematkannya oleh Dia" - Yohanes 3 16-17Pada hari Jumat Agung, kita mengingat pengorbanan yang Yesus lakukan untuk kita. Yesus disiksa, dipakaikan mahkota duri, dan diolok oleh banyak orang. Dia juga harus memikul salib kayu salib dan disalibkan di Bukit sangat mencintai kita sehingga Ia rela menghadapi rasa sakit, penghinaan dan kematian agar manusia dapat menjalani hidup tanpa penghukuman dan memiliki hidup yang kekal. Ini adalah cinta sejati yang paling dalam dan Anda mungkin berpikir bahwa apa yang telah Anda lakukan 'terlalu buruk' untuk diampuni. Jadi alih-alih mengakuinya kepada Yesus, Anda memilih untuk membawa beban itu kemana-mana. Beban itu dapat berupa kepahitan, kecemburuan, depresi, kemarahan atau perasaan tidak berharga ini serupa dengan membawa ransel yang penuh dengan batu-batu berat. Namun saat ini, Tuhan tidak ingin Anda membawa ransel lagi. Dia ingin Anda meninggalkannya di kayu salib di mana Yesus memberikan hidupnya untuk tidak ingin Anda memikul kesalahan dan dosa dengan sia-sia, sebab ia sudah membayar harga dengan mati di kayu salib. Jadi, Anda harus meninggalkan beban itu di kayu salib dan berhenti mencoba mengambilnya lagi. Ingatlah pada firman Tuhan dalam Ibrani 812 yang berbunyi"Karena aku akan berbelas kasihan atas perbuatan salah mereka, dan aku tidak akan pernah lagi mengingat dosa mereka."Jika merasa terbeban dengan masalah dan dosa, Anda harus jujur kepada Tuhan dan meminta Dia untuk memberikan pertolongan. Percayalah bahwa Dia akan memulihkan dan menopang hidup Anda. Dia akan mengangkat beban Anda dan memikulnya untuk Anda.
ayat firman tuhan tentang jumat agung